"Berujung dimana?"
Dalam angan dan imaji
aku menerka dalam remang malam
menanti gerimis manis
agar galau ku sempurna di bawah rembulan
menyusun kian abjad menjadikan sajak sempurna
mengukir kertas putih pasi dng tinta hitam kental
mengisahkan pertemuan tertunda
satu per satu, langkah demi langkah, ku telusuri sebab akibat perkara ini
berawal dari dan tak berujung
di antara rindu kedua angan terjepit harapan
pertemuan tertunda mencekam bathin kemudian diam dalam gagu
Ditengah pekat malam, semakin gelap tentu semakin hening
semakin sunyi menanam pilu
bukan salah jarum jam yng berputar terlalu lama hingga pagi enggan menjelang
bukan pula salah kopi pahit yang kusedu hingga mata enggan kantuk
berujung dimana ? lantas memilih tetap diam
bahasa angin menghembus tiap helaian rambut tak terjemahkan
sekalipun bahasa kalbu.

Komentar