Gondrong Tua

Segelintir imajiku tentang pemuda tadi yang menyerutu kopi dingin di meja tua sebelah.
Rautnya tampak sumringah, tertawa bersama pelacur-pelacur bergaun purba, namun tak satu pun yang ia belai rambutnya.

Rambut terurai panjang mencapai siku tangan, mata merah, jemari manis mengepit sebatang rokok dengan bibir tipis  menghisap dan menghembuskan asap surga nya.
Namun sedikit tersipu malu saat ku tatap dalam dalam kedua bola mata nya dia beralih pandang dari mataku ke arah gedung tua di sebrang jalan.

Terdengar bisik licik nya pada teman di samping nya  "MANIS" dengan jari jempol mengarah ke arah ku.
Awal nya aku merasa besar kepala dan tersanjung-sanjung sebelum ia melanjutkan bisikan itu "MASIH BOCAH"

Menyerapah dalam hati lalu tersenyum licik dengan mata yang tetap menggoda.

Komentar

Postingan Populer