SISTEM INFORMASI PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH
(SIPKD)






Nama Kelompok :

Ria Shafarina Marwah (1210425760)

Nanda Novalda Dwiputri  (1210425761)




DEFINISI SIPKD
Sistem yang kami gunakakn adalah sistem informasi SIPKD (Sistem informasi Pengelolaan Keuangan Daerah). Merupakan aplikasi yang  dibangun oleh Ditjen Keuangan Daerah Kemendagri dalam rangka percepatan transfer data dan efisiensi dalam penghimpunan data keuangan daerah. Aplikasi SIPKD diolah oleh Subdit Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah pada Direktorat Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah.
Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah SIPKD adalah aplikasi terpadu yang dipergunakan sebagai alat bantu pemerintah daerah yang digunakan meningkatkan efektifitas implementasi dari berbagai regulasi bidang pengelolaan keuangan daerah yang berdasarkan pada asas efesiensi, ekonomis, efektif, transparan, akuntabel dan auditabel.


PERBEDAAN SIPKD DENGAN SISTEM INFORMASI LAINNYA
SIPKD yang dikembangkan dengan basis teknologi informasi, didesain sedemikian rupa agar bisa menjadi sarana untuk pengumpulan,pengolahan, penyajian, dan referensi, serta proses komunikasi data/informasi keuangan daerah antara Departemen Keuangan dan Departemen Dalam Negeri dengan pemerintah daerah dan para pemilik atau pengguna informasi keuangan daerah lainnya.


TUJUAN DARI SIPKD
·          merumuskan kebijakan dan pengendalian fiskal nasional
·          menyajikan informasi keuangan daerah secara nasional
·          merumuskan kebijakan keuangan daerah, seperti Dana Perimbangan, Pinjaman Daerah, dan Pengendalian defisit anggaran
·          melakukan pemantauan, pengendalian dan evaluasi pendanaan Desentralisasi, Dekonsentrasi, Tugas Pembantuan, Pinjaman Daerah, dan defisit anggaran daerah





SYARAT – SYARAT DARI SIPKD

1.     Sistem harus dibentuk untuk menyelesaikan pekerjaan dalam pengelolaan keuangan daerah
2.     Elemen sistem harus mempunyai rencana yang telah ditetapkan
3.     Unsur dasar dari proses (mengumpulkan, mengolah, menyimpan dan mengkaji informasi)



KARAKTERISTIK
Setiap sistem informasi memiliki karakteristik masing masing yang tentunya berbeda-beda. Adapun karakteristik dari Sistem Informasi Pengelololaan Daerah yaitu:

Komponen Sistem
          dimana suatu sistem terdiri dari sejumlah
komponen yang saling berinteraksi, bekerja sama membentuk satu kesatuan.
Suatu sistem merupakan salah satu dari komponen sistem lain yang lebih
besar, maka disebut subsistem, sedangkan sistem yang lebih besar tersebut adalah lingkungannya.


·        Batas Sistem
merupakan pembatas atau pemisah suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya.


·        Lingkungan Luar Sistem
 merupakan sesuatu di luar batas dari sistem yang dapat mempengaruhi operasi sistem, baik pengaruh yang menguntungkan ataupun yang merugikan.


·        Penghubung Sistem
merupakan hal yang sangat penting, sebab tanpa adanya penghubung, sistem akan berisi kumpulan subsistem yang
berdiri sendiri dan tidak saling berkitan.
Maka dari itu penghubung dapat juga didefinisikan sebagai tempat dimana  komponen atau sistem dan lingkungannya bertemu atau berinteraksi.


·        Masukan Sistem
merupakan energi yang dimasukkan ke dalam sistem, dimana masukan tersebut dapat berupa bahan yang dimasukkan agar sistem tersebut dapat beroperasi dan masukan yang diproses untuk mendapat keluaran. 


·        Keluaran Sistem
 merupakan hasil dari pemrosesan, yang berupa informasi sebagai masukan pada sistem lain atau hanya sebagai sisa pembuangan.

·        Pengolah sistem
 merupakan bagian yang melakukan perubahan dari masukan untuk       menjadi keluaran yang diinginkan.  Sasaran Sistem merupakan suatu tujuan yang ingin dicapai dalam sistem, agar sistem menjadi terarah dan terkendali





SISTEM SIPKD TERKLASIFIKASI SISTEM TERBUKA DAN SISTEM TERTUTUP

Sistem tertutup (closed system) adalah sistem yang tidak bertukar materi, informasi, atau energi dengan lingkungan, dengan kata lain sistem ini tidak berinteraksi dan tidak dipengaruhi oleh lingkungan, misalnya reaksi kimia dalam tabung yang terisolasi. Sedangkan sistem terbuka (open system) adalah sistem yang berhubungan dengan lingkungan dan dipengaruhi oleh lingkungan, misalnya sistem perusahaan dagang.






TINJAUAN MENGENAI SIPKD

1.     Informasi memeiliki karakteristik :
-         Informasi harus berhubungan. Informasi harus berhubungan dengan ururusan dan maslaah yang penitng bagi penerima informasi .
-         Informasi bebas. Bebas dari kesalahan dan tidak memiliki unsur penyesatan. Dan informasi yang dihasilkan harus mencerminkan maksudnya.
-         Informasi harus ada ketika dibutuhkan. Informasi yang datang dari pnerima tidak boleh terlambat.
-         Relevan. Informasi mempunyai manfaat untuk pemakainya.

2.     Nilai informasi dari SIPKD
Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya unutk mendapatkannya.





SIFAT SISTEM INFORMASI PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH

1.     Pemproses informasi yang efektif. Percepatan transfer data yang efisiensi dalam penghimpunan data keuangan daerah.
2.     Manajemen informasi yang efektif . Mengembangkan proses perencanaan yang efektif.
3.     Keluwesan. Keluwesan Kepuasan Pemakai pengembangan sistem informasi pengembangan sistem dapat berupa menyusun sistem yang baru 
4.     Kepuasan pemakain . seorang pengguna dari sistem informasi pengelolaan ke






KEMAMPUAN SIPKD

1.     Sistem lebih canggih
2.     Menyajikan informasi keuangan di setiap daerah
3.     Memiliki kecepatan akses tinggi
4.     Menyimpan informasi dalam jumlah besar



OPERASI DASAR SIPKD

·        Mengumpulkan Data
Kagiatan awal dari pelaksanaan kerja suatu sistem informasi yang sangat penting fungsinya. Terkadang dalam mengumpulkan data tersebut terdapat ketidak telitian walaupun sudah menggunakan rumusan untuk menghitung dan menganalisa dengan tepat.

·        Menyusun
Menyusun laporan keuangan lebih efisien dan akurat

·        Mengolah
Setelah mengumpulkan data secara periodik menyiapkannya agar siap untuk dimasukkan Memasukan data ke komputer (data entry)
Pengecekan data pada komputer sebagai tahapan yang penting untuk memastikan keabsahan data. Dalam memakai aplikasi Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah ini membutuhkan dokumen atau data untuk mendukung atau menunjang kerja aplikasi ini dengan baik. Dokumen atau data tersebut yaitu:
Faktur Pajak;
Surat Perintah Membayar;
Kwitansi;
Surat Perintah Pencairan Dana, dan sebagainya
Sasaran

·        Menyimpan Data
Menyimpan data keuangan untuk keperluan manajemen lainnya


·        Menyajikan Informasi
Menyajikan informasi yang akurat secara efektif dan efesien yang akan digunakan oleh pengguna laporan.






Komentar

Postingan Populer